Catatan Akhir Juni 08
Memang… aku makin larut dalam lirik dan nada yang semuanya membawa kesedihan hingga akhir Juni ini.
Aku semakin lupa dan terus mengalpakan diri dalam ketidak konsistenan…
Terus dalam kemunduran rasanya.
“Tapi sudahlah,” rasanya kata itu terus terlontar untuk sebuah upaya melupakan pusaran permasalahan ini.
Hanya kepada Dia memang aku harus mengadu,
hanya kepada Dia aku harus bercerita dan hanya kepada Dia aku meluapkan semuanya.
Kesedihan, ketidaksabaran dan penuh ketidak syukuran ini.
akhir Juni, aku terus merosot dalam oasis fatamorgana…
akhir Juni aku masih larut dalam metamorfosis ilusi ini…
akhir Juni aku masih terbawa dalam ketidakpastian…
Masya Allah, aku memang terus menari dalam lumpur ini…
padahal mentari masih menyengat, di akhir Juni ini…
bulan pun masih ku saksikan dengan taburan bintangnya sampai akhir Juni ini, walau pun tetap akan berjalan ilang.
Kita manusia, memang penuh kealpaan, kelupaan dan kemasabodoan…
“Ini bukan akhir dunia, ini bukan sebuah akhir perjalanan,
manusia bisa saja terluka bahkan bisa mati kapan saja.
Kenapa tidak ku persiapkan jiwa… kupersiapkan tubuh…
kupersiapkan rasa… Untuk sebuah temaran masa depan… mengapa?”
Akhir Juni, aku masih terlarut akan kebodohan, kegelapan…
akhir Juni aku masih tetap mengedepankan egoisme keinginan….
akhir Juni ini… ku katakan pada mu Sobat dan untuk ku….
“Apa yang kita anggap baik, memang belum tentulah baik,
apa pun yang kita anggap buruk juga belum tentu itu sebuah keburukan.
Sesunggunya hanya Dia yang Mahatahu, Maha mengetahui…”
Akhir Juni ini, akan ku ceritakan kepada Nya
Akhir Juni ini akan ku komunikasikan kepada Nya
;semua gunda, semua luka, semua cinta dan semua lara…
Akhir Juni, ku ingin kembali kepada Nya…
;agar tetap menjadi manusia yang selalu bersabar dan bersyukur
Wasalam
d@nIEL

Tinggalkan Balasan