Catatan Akhir Juni 08
Jauh, semakin jauh aku larut dalam lirik-lirik dan bait-bait…
aku baru merasakan kalau , sekarang aku harus menyerah kepada ketidak pastian…
kekalahan yang amat berat untuk ditinggalkan, Juni ini telah berlalu….
sayangnya, aku masih saja harus menyerah kepada ketidakpuasan…
ketidak rasa syukurkan akan kehidupan nan indah dan mewah ini…
aku memang bukan manusia sempurnah… penuh alpa… tapi aku sudah mulai lupa, kalau kita diciptakan dengan ketidak tahuan. Diri ku seperti telah terus larut dalam kesedihan… kesendirian… yang sebenarnya itu harus ku lalui dengan kesabaran dan ketenangan. Tetap bersyukur, karena sampai hari ini aku ‘terselamatkan’.
Ayo… bro… kita bangkit….
Sesunggunya, kita tidak pernah tahu, karena kita bukan Mahatahu….
tolong aku Tuhan… bantu aku…. lepaskan aku…. dan yakini diriku….
“Belum tentu apa yang kita katakan dan maksudkan baik di mata dunia kita, itu akan melahirkan sebuah bayi yang baik…. Belum tentu pula, apa yang kita enggani… kita anggap buruk… bahkan kita dustai… itu adalah sebuah keburukan…. karena kita hanya hamba Allah… bukan pula pria pendusta akidah. Sesunggunya apa DIa maha tahu apa yang baik dan buruk untuk kita….”
Semoga, akhir Juni ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi ku… untuk terus menatap temaran hari depan demi sebuah kehidupan sementara di dunia ini.
Semoga akhir Juni ini, menjadi awalan bagi ku untuk meraju waktu menyulam hari untuk sebuah pembentukan identitas diri sebagai hamba yang selalu bersabar dan bersyukur kepada Ilahi
Semoga akhir Juni, bukan akhir dari kesedihan, agar aku bisa terus bertawakal kepada Mu
Semoga akhir Juni, membuat aku selalu mengingat Mu walau dalam kegembiraan…
Selamat tinggal Juni…. selamat tinggal, Insya Allah kita berjumpa di 26 tahun umur ku…
Wasalam
d@nIEL

Tinggalkan Balasan