AKU NARSIS
•Juli 18, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarKepada MU Ku Bersandar
•Juli 13, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarHarus aku akui, tidak akan ada tempat lain selain di sisi Nya kita akan menyandarkan semua beban berat dalam kehidupan. Allah memang maha dasyat dan maha segala-galanya, dia akan memberikan apa yang kita minta hanya dengan satu kedipan mata. Asalkan ada keyakinan dalam diri kita, itulah yang aku yakini sebagai umat muslim yang fakir ilmu.
Hanya saja kebanyakan umatNya terkadang meragukan dalam setiap doa dan mintanya. Padahal caranya sangat muda, bisa saja dengan merenungi dan mengkaji setiap isi Alquran, karena kebanyakan dalam Alquran adalah perkataan langsung dari Dia untuk hambanya berdoa hanya kepada Khaliknya.
Padahal, kalau kita terus bersandar kepada Allah, Insya Allah maka tidak akan ada kesusahan dalam kehidupan ini. Akan tetapi, sekali lagi, kita kerab diragukan dengan bisikan-bisikan pada hati kita yang sekali lagi kita ragukan juga apakah bisikan syetan atau kata hati yang suci. Apakah inilah yang dimaksudkan oleh nabi besar kita Muhammad SAW. Di mana kelak, dalam kehidupan sehari-hari umat Islam yang secara kuantitas bagaikan debu di padang pasir, akan tetapi mereka sulit membedakan mana itu jalan kebenaran dan jalan kebatilan.
Padahal, kalau kita berpikir simpel dan menyakini. Selama itu menuju jalan kebaikan dan sejalan dengan Alquran dan Hadis. Maka tidak akan diragukan lagi itulah sebuah kebenaran dari Allah. Sementara kalau memang pemikiran kita itu ternyata menyesatkan dan melenceng sedikit saja (bahkan terkadang samar-samar) dari warisan umat manusia dari jalan kegelapan menuju cahaya yang benderang itu, yakni Alquran dan Hadis. Seharusnya kita sudah bisa memposisikan diri kita kalau jalan itu adalah sesat. Karena keragu-raguan mendekati syetan bukan?
Semoga sedikit buah pikir yang juga berasal dari Nya ini dapat bermanfaat bagi penulis dan juga bagi pembaca sekalian.
Wallahu A’lam Bissawab.
Wasalam_d@nIEL
“CAPEK”
•Juli 12, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarSalamualaikum… Waduh, dari kemarin malam ana dak pulang ke rumah neh. Kemarin malam tuh berangkat dari Pangkal menuju Muntok, Bangka Barat. Ana di ‘rental’ sebuah parpol untuk ngeliput awal kampanye mereka di sana. Mereka ngadain silaturahmi antar kader. Eh tahu ndak, ternyata partai itu di Babar, baru pertama kali ngadain acara seperti itu. Jadi kemaren-kemaren kemana aja pak?
SEJENAK
•Juli 8, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentarya… Sejenak… Semoga sejenak saja untuk sejenak mencermati alam pikir ku….
Tadinya seh dah mau pulang, dah buka-buka berbagai macam jendela di alam tanpa batas ini. Pas mau pulang ternyata ujan, eh inget… tadi tidur dari magrib trus bangun jam 8 malam, langsung ke kantor karena ada rapat. Jadi sholad dulu deh, abis tuh baru nulis “SEJENAK” ini.
Ternyata memang begitu banyak pekerjaan dan perbuatan saya yang selama ini ternyata sia-sia, mungkin dari 100% perbuatan hanya berkirsaran 15% yang tidak sia-sia. Tentu saja, dalam doa saya berharap, agar asumsi 15% tadi tetap bisa bermanfaat agar tetap membuat saya menjadi seorang yang bersambar dan tetap bersyukur atas segala yang telah saya dapat tanpa ‘kerja keras’ ini.
Wel, ternyata memang saya masih seperti yang dulu tidak ada perubahan. Ini terkadang membuat saya berpikir “apa memang saya tidak bisa berubah menjadi lebih baik”.
Pemalas….. iya
Boros…. iya
Dua penyakit kronis dalam jiwa dan raga itu memang sudah terditeksi sejak dini, namun saya membiarkan penyakit itu terus menjelajahi setiapa sel dan alam pikir.
Indikator Pemalas:
Tidak mau mengoptimalkan segala sesuatu kelebihan sebagai manusia yang telah diberikan Khalik. Lalu kamar kos membuat tidak betah pulang, karena sangat-sangat berantakan. Baju, tidak distika, memiliki keinginan yang besar tapi bak retorika semu itu, seperti tidak bisa terimplementasi dengan baik dan benar serta serius. Bahkan saya juga sering lupa dengan apa yang saya pernah ucapkan untuk orang lain dengan bijak atau bahkan mengingat-ingat perkataan bijak orang.
Indikator Boros:
Sudah diberikan rezeki dari Dia yang menurut perhitungan saya sudah sangat-sangat cukup, karena walau pun gaji yang saya terima setiap bulannya hanya Rp 950 ribu, tapi banyak rezeki-rezeki lainnya telah saya dapatkan lewat bantuan Nya tentu. Nah kok, saya belum punya apa-apa yang bisa saja beli dengan uang saya sendiri, kecuali TV, DVD, Dispenser dll. Padahal dari penelusuran saya, kalau saya tidak boros, tentu saya sudah punya rumah dan kendaraan dari hasil keringat sendiri. Tapi sekarang (walau pun harus tetap bersyukur) handpone dan motor bukan dari keringat saya sendiri alias pemberian ortu.
Fariz, Fariz, hari gini masih dapat belas kasihan orang tua, …..tape deh…
Tidak ada tuhan selain Allah
•Juli 6, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarSalamualaikum…. Salam Sejahtera dan Selamat Segera bertobat bagi yang tidak beragama..
:D:D:D:D:D:D he… he…
Tiada tuhan selain Allah dan nabi muhammad SAW adalah utusan Allah… di mana telah membawa umat manusia dari dunia yang ‘gelap’ menuju cahaya Nya. Memang sungguh, kita harusnya sangat menyakini kalau dunia dengan segala isi dan alam jagat raya ini, tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya. Karena setiap wujud pasti ada sang pencipta.
Lalu siapa yang mampu menciptakan kita dengan sanya sempurna ini?
Dunia, alam semesta yang sangat teratur, seperti sudah saling berkoordinasi antara satu dengan lainnya. Walau sesekali, alam bergoncang, air meluap, angin bertiup kencang. Namun tata surya bergerak sehingga menghasilkan malam dan siang.
Masihkan kita tidak mengakui, segala yang telah kita lalui dalam hidup ini tanpa penciptaan oleh Nya.
Saya sangat yakin sekali kalau “Tiada Tuhan Selain ALLAH” dan sebagai sang Khalik… tentu dia tidak bisa dilogika kan nalar akal kalau harus lebih dari satu. Karena sebagai yang Maha segalanya. Allah, tentu saja tidak beranak dan tidak diberanakan. Dia menciptakan langin dan bumi serta isinya, mengatur jagad raya ini. Memberikan garisan-garisan sunatullahNya, kemudian menciptakan Jin, Malaikan dan Manusia. Bahkan dia pun memberikan janji kepada umatnya yang selalu bersabar dan bersyukur dalam kehidupan sementara di dunia ini, balasan surga nan kekal.
Wallahu A’lam Bissawab.
Wasalam_d@nIEL






